Kotawaringin Timur – Kian memudarnya olahraga Sumpit menjadi perhatian bagi Kodim 1015/Sampit. Untuk melestarikan kembali budaya asli Kalimantan ini, digelar lomba olahraga sumpit dalam rangka Kegiatan Komsos Kreatif Tahun 2021 dengan tema “Membentuk SDM Kreatif, Inovatif, Dan Adaptif” Yang bertempat di Aula Kehormatan Prajurit Kodim 1015/Sampit minggu (26/09)

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Pariwisata Kab.Kotim Bpk Suparman, Danramil 1015-08/Mbk, Para Wasit, Para Atlit Sumpit yg berasal dari kab Kotim dan katingan

Diungkapkan Danramil 1015-08/Mentawa Baru Ketapang Kapten Arh Sutomo, lomba ini bertujuan untuk melestarikan budaya lokal, karena olahraga panahan sumpit ini sudah cukup lama tidak diselenggarakan lagi, khususnya di Kabupaten Kotim sendiri.

“Kita adakan lomba sumpit ini agar dibudayakan lagi ke depannya,” ujar Danramil 1015-08/Mentawa Baru Ketapang Kapten Arh Sutomo

Seluruh peserta nampak serius menargetkan demek (anak sumpit) agar tepat pada sasaran yang nilainya lebih tinggi. Pasalnya dalam aturan lomba tersebut, peserta yang dapat poin tertinggi, akan keluar sebagai pemenang.

Dandim 1015/Spt, Letnan Kolonel (Letkol) CZI Akhmad Safari mengatakan, bahwa lomba sumpit yang digelar bertujuan untuk mempertahankan budaya asli Suku dayak agar tidak punah termakan oleh jaman.

Menurutnya, Sumpit juga merupakan salah satu olahraga tradisional adat, yang pada jaman dahulu digunakan nenek moyang sebagai berperang dan berburu hewan, serta digunakan juga di upacara – upacara adat.

“Selain mempertahankannya, kami juga ingin memperkenalkan kepada generasi muda, dan menumbuhkan minat mereka untuk melestarikannya agar tidak punah ditengah pesatnya perkembangan dunia digital,” Ujar Dandim 1015/Spt

Komandan Kodim 1015/Sampit Letkol Czi Akhmad Safari yang juga asli kotim ini menyampaikan, bahwa orang bermain sumpit hampir jarang terlihat. Walaupun ada, kebanyakan hanya orang tua. Maka dari itu, dirinya berharap ke depan anak muda dapat mengambil peran penuh terhadap pelestarian budaya tradisional adat Suku Dayak.

Baginya, menyumpit merupakan olahraga yang dapat melatih kekuatan otak dan otot, karena sangat membutuhkan fokus, dan harus bisa membaca arah angin agar demek (anak sumpit) dapat tepat mengenai sasaran.

“Tidak hanya menyumpit, masih banyak olahraga adat dayak lainnya yang harus dijaga kelestariannya. Dan saya harap, budaya lokal kita semacam ini dapat terus bertahan,” Pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here