Kotawaringin Timur – Danramil 1015-06/Mentaya Hilir Letda Inf Margus menghadiri Kegiatan Penandatanganan Memorandum Of Undestanding ( MOU ) Pendidikan dan Pelatihan dasar Ketarunaan antara Koramil 1015-06/Mhs dengan SMKN 1/Mhs, Senin (01/11)

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Danramil 1015-06/Mentaya Hilir Letda Inf Margus, Kepala Camat Mhs, Kepala Sekolah SMKN 1/Mhs, Perwakilan Desa Andhil Sohor

Danramil 1015-06/Mentaya Hilir Letda Inf Margus mengatakan Sekolah merupakan suatu bentuk organisasi yang mempunyai budaya tersendiri dari sistem yang utuh dan khas. Kekhasan budaya sekolah tidak lepas dari visi dan proses pendidikan yang berlangsung. Suatu sekolah dapat membentuk dan mengatur budaya yang ada, karena pembentukan dan manajemen budaya sekolah yang baik akan mendukung terciptanya sekolah yang efektif.

“Ketarunaan merupakan salah satu budaya yang dapat diterapkan di perguruan tinggi atau sekolah, lebih tepatnya Sekolah Menengah Atas/ Kejuruan (SMA/K) karena usia yang dinilai sudah cukup matang. Ketarunaan merupakan sistem pendidikan yang dapat dijumpai di beberapa Perguruan Tinggi, SMA, dan SMK di Indonesia. Ketarunaan merupakan suatu sistem pendidikan yang menerapkan prinsip militer dengan tujuan membentuk karakter peserta didik, akan tetapi penerapan prinsip bukanlah prinsip murni militer.” Ujar Danramil 1015-06/Mentaya Hilir Letda Inf Margus

Danramil 1015-06/Mentaya Hilir Letda Inf Margus menuturkan sekolah berbasis ketarunaan memiliki makna sebagai sistem pendidikan yang menerapkan prinsip-prinsip dasar militer. Prinsip yang diterapkan bukanlah militer murni akan tetapi dasar taruna (kegiatan pelatihan-pelatihan) yang digunakan dalam militer.

“Tujuannya adalah untuk menanamkan karakter, khususnya karakter kedisiplinan dan pembentukan kepribadian yang baik pada peserta didik.” Tutup Danramil 1015-06/Mentaya Hilir Letda Inf Margus

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here